Saturday, May 12, 2018

Sejarah MIT App Inventor

Sejarah MIT App Inventor. Saat ini handphone dengan sistem android sudah mendominasi terutama di Indonesia. Dengan banyaknya handphone android ini maka banyak juga apliasi android yang dihasilkan oleh developer untuk kebutuhan pemakai. Banyak orang berpikir bahwa untuk membuat aplikasi android dibutuhkan kemampuan dalam hal koding karena menurut mereka aplikasi android hanya bisa dihasilkan dengan software seperti java, eclips, netbean dan android studio yang dimiliki oleh google.

Tetapi saat ini setiap orang bisa membuat aplikasi android dengan mudah karena ada beberapa cara membuat aplikasi android tanpa harus koding
1.    Melalui website secara online.
Anda tinggal memilih template yang sudah disediakan mengedit beberapa item seperti nama aplikasi, isi aplikasi, jenis aplikasi dan setelah selesai anda dapat membuat apk dari aplikasi tersebut. Kelemahan dari sistem ini adalah anda hanya bisa mengedit template yang disediakan dan ada kalanya tidak sesuai dengan yang anda inginkan.
2.    Melalui sistem Blok
Saat ini ada beberapa website yang menyediakan sistem pembuatan aplikasi android dengan cara yang mudah tanpa anda harus mengetahui koding yaitu dengan cara membuat tampilan antar muka dan menyusun blok sesuai dengan logika. Ada beberapa situs yang menyediakannya yaitu AppInventor (akan dibahas dalam beberapa tulisan dalam blog ini), AppyBuilders dan Thunkable.

Sistem blok ini membuat anda akan lebih mudah membuat aplikasi android karena tinggal membuat atau merancang tampilan sesuai dengan keinginan dan setelahnya adalah menyusun logika sistem yang diinginkan untuk menjalankan aplikasi. Anda dapat membuat aplikasi pertama dengan menggunakan App Inventor hanya dalam hitungan jam atau bahkan bisa hanya beberapa menit saja.

Sejarah App Inventor.
App Inventor adalah sebuah aplikasi berbasis website yang dibuat dan dikembangkan oleh Google, Bahasa yang digunakan berbasis teks dan blok sehingga mudah dipahami.  Aplikasi ini muncul dari ide Profesor Hal Abelson dan timnya dari Google Education pada saat sedang melaksanakan cuti di Google.  Mereka berencana bagaimana membuat sebuah aplikasi android dengan cara sangat mudah yaitu hanya menyusun tampilan antar muka dan menyusun kode logika dalam bentuk blok sehinga pemakai tinggal menyusun blok sebagai pengganti kode. Mulai

App Inventor yang pada awalnya dikembangkan oleh Google kemudian diserahkan kepada MIT Center sebagai materi pelajaran di MIT Media Lab untuk dikembangkan menjadi sebuah aplikasi Open source.

App Inventor dirilis pada 15 Desember 2010, App Inventor dikelola oleh staf di MIT Center for Mobile Learning - sebuah kolaborasi dari MIT Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory (CSAIL) dan MIT Media Lab.

App Inventor yang diperkenalkan dalam versi awal yaitu App Inventor 1 sering disebut juga dengan App Inventor Beta. Pada tanggal 3 Desember 2013, App Inventor 1 di upgrade menjadi App Inventor 2 dengan sebutan Inventor Classic. Secara umum tidak terdapat perbedaan menu tampilan antara App Inventor beta denganversi classic tetapi perbedaan hanya terlihat pada tampilannya yang lebih menarik.

App inventor 2 sering juga disebut dengan AI2 dan lebih baik dibandingkan App Inventor 1 (AI) dalam segi tampilan, performa dan kompatibilitas. Tetapi ada masalah karena antara App Inventor Classic dan App Inventor 2 berjalan di sistem yang berbeda sehingga Project AIA generasi 1 tidak bisa digunakan di AI2, mudah-mudahan tim MIT segera menyediakan tool untuk dapat mentransfer project AI1 ke AI2 sehingga project lama yang sudah kita selesaikan dengan mudah dapat diugrade tanpa harus mengulangi kembali dari awal

Pengguna MIT App Inventor
Pengguna App Inventor adalah dari kalangan Dosen, Pelajar dan mahasiswa, developer (pengembang aplikasi android) bahkan orang awam yang datang dari berbagai latar belakang. Aplikasi ini juga banyak digunakan oleh pemerintahan, perusahaan swasta, pengusaha dan perorangan untuk menghasilkan aplikasi android yang mereka butuhkan.

Pada tahun 2014 tercatat 87.000 pengguna aktif setiap minggu dengan 1,9 juta pengguna yang terdaftar yang berasal dari 195 negara dan sudah menghasilkan 4,7 juta aplikasi android.

Pada Desember 2015 tercatat 140.000 pengguna aktif setiap hari dan sudah terdaftar sebanyak 4 juta pengguna yang berasal dari 195 negara didunia. Dan pada tahun ini juga telah berhasil membuat aplikasi sebanyak 12 juta aplikasi.

Beberapa aplikasi yang bisa dibuat oleh App Inventor antara lain Game dengan Grafis 2D dan Animasi, utility, Aplikasi Multimedia, GPS dan Navigasi, Pengamanan, bisnis dan komunikasi, bahkan Pengontrol robot seperti LEGO MINDSTORM NXT, dan masih banyak lagi.

No comments:

Post a Comment