Sejarah
MIT App Inventor. Saat ini handphone dengan sistem android sudah mendominasi
terutama di Indonesia. Dengan banyaknya handphone android ini maka banyak juga
apliasi android yang dihasilkan oleh developer untuk kebutuhan pemakai. Banyak
orang berpikir bahwa untuk membuat aplikasi android dibutuhkan kemampuan dalam
hal koding karena menurut mereka aplikasi android hanya bisa dihasilkan dengan
software seperti java, eclips, netbean dan android studio yang dimiliki oleh
google.
Tetapi
saat ini setiap orang bisa membuat aplikasi android dengan mudah karena ada
beberapa cara membuat aplikasi android tanpa harus koding
1. Melalui website secara online.
Anda tinggal memilih template yang sudah disediakan
mengedit beberapa item seperti nama aplikasi, isi aplikasi, jenis aplikasi dan
setelah selesai anda dapat membuat apk dari aplikasi tersebut. Kelemahan dari
sistem ini adalah anda hanya bisa mengedit template yang disediakan dan ada
kalanya tidak sesuai dengan yang anda inginkan.
2. Melalui sistem Blok
Saat ini ada beberapa website yang menyediakan sistem
pembuatan aplikasi android dengan cara yang mudah tanpa anda harus mengetahui
koding yaitu dengan cara membuat tampilan antar muka dan menyusun blok sesuai
dengan logika. Ada beberapa situs yang menyediakannya yaitu AppInventor (akan dibahas dalam beberapa
tulisan dalam blog ini), AppyBuilders dan Thunkable.
Sistem
blok ini membuat anda akan lebih mudah membuat aplikasi android karena tinggal
membuat atau merancang tampilan sesuai dengan keinginan dan setelahnya adalah
menyusun logika sistem yang diinginkan untuk menjalankan aplikasi. Anda dapat
membuat aplikasi pertama dengan menggunakan App Inventor hanya dalam hitungan
jam atau bahkan bisa hanya beberapa menit saja.
Sejarah App Inventor.
App
Inventor adalah sebuah aplikasi berbasis website yang dibuat dan dikembangkan
oleh Google, Bahasa yang digunakan berbasis teks dan blok sehingga mudah
dipahami. Aplikasi ini muncul dari ide Profesor Hal Abelson dan timnya dari Google
Education pada saat sedang melaksanakan cuti di Google. Mereka berencana bagaimana membuat sebuah
aplikasi android dengan cara sangat mudah yaitu hanya menyusun tampilan antar
muka dan menyusun kode logika dalam bentuk blok sehinga pemakai tinggal
menyusun blok sebagai pengganti kode. Mulai
App Inventor
yang pada awalnya dikembangkan oleh Google kemudian diserahkan kepada MIT
Center sebagai materi pelajaran di MIT Media Lab untuk dikembangkan menjadi
sebuah aplikasi Open source.
App
Inventor dirilis pada 15 Desember 2010, App Inventor dikelola oleh staf di MIT
Center for Mobile Learning - sebuah kolaborasi dari MIT Computer Science
and Artificial Intelligence Laboratory (CSAIL) dan MIT Media Lab.
App
Inventor yang diperkenalkan dalam versi awal yaitu App Inventor 1 sering disebut
juga dengan App Inventor Beta. Pada tanggal 3 Desember 2013, App Inventor 1 di
upgrade menjadi App Inventor 2 dengan sebutan Inventor Classic. Secara umum
tidak terdapat perbedaan menu tampilan antara App Inventor beta denganversi
classic tetapi perbedaan hanya terlihat pada tampilannya yang lebih menarik.
App
inventor 2 sering juga disebut dengan AI2 dan lebih baik dibandingkan App
Inventor 1 (AI) dalam segi tampilan, performa dan kompatibilitas. Tetapi ada
masalah karena antara App Inventor Classic dan App Inventor 2 berjalan di
sistem yang berbeda sehingga Project AIA generasi 1 tidak bisa digunakan di
AI2, mudah-mudahan tim MIT segera menyediakan tool untuk dapat mentransfer
project AI1 ke AI2 sehingga project lama yang sudah kita selesaikan dengan mudah
dapat diugrade tanpa harus mengulangi kembali dari awal
Pengguna MIT App Inventor
Pengguna
App Inventor adalah dari kalangan Dosen, Pelajar dan mahasiswa, developer
(pengembang aplikasi android) bahkan orang awam yang datang dari berbagai latar
belakang. Aplikasi ini juga banyak digunakan oleh pemerintahan, perusahaan
swasta, pengusaha dan perorangan untuk menghasilkan aplikasi android yang
mereka butuhkan.
Pada
tahun 2014 tercatat 87.000 pengguna aktif setiap minggu dengan 1,9 juta
pengguna yang terdaftar yang berasal dari 195 negara dan sudah menghasilkan 4,7
juta aplikasi android.
Pada
Desember 2015 tercatat 140.000 pengguna aktif setiap hari dan sudah terdaftar
sebanyak 4 juta pengguna yang berasal dari 195 negara didunia. Dan pada tahun
ini juga telah berhasil membuat aplikasi sebanyak 12 juta aplikasi.
Beberapa
aplikasi yang bisa dibuat oleh App Inventor antara lain Game dengan Grafis 2D
dan Animasi, utility, Aplikasi Multimedia, GPS dan Navigasi, Pengamanan, bisnis
dan komunikasi, bahkan Pengontrol robot seperti LEGO MINDSTORM NXT, dan masih
banyak lagi.
No comments:
Post a Comment